TANJUNG SELOR – Polda Kalimantan Utara bersama Polres/ta jajaran menggelar Perayaan Natal Oikumene Tahun 2025 di Rupatama Bhara Daksa Polda Kaltara, Rabu (7/1).
Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. menekankan pentingnya makna Natal diwujudkan dalam pelayanan Polri yang tulus, rendah hati, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Perayaan Natal Oikumene tahun ini mengusung tema “Sukacita Kelahiran Tuhan Yesus Kristus Memotivasi Polri Dalam Melayani Masyarakat Untuk Indonesia Maju.”
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Andries Hermanto, S.I.K., S.H., M.Si., para pejabat utama Polda Kaltara, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Kaltara, Ketua FKUB Kaltara, serta tamu undangan lainnya.
Kapolda Kaltara menegaskan, Natal merupakan peristiwa sarat makna rohani yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama dalam menjalankan tugas dan pelayanan.
“Makna Natal hendaknya tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari yang harus hadir dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.
Kapolda juga mengingatkan, kerendahan hati harus mewarnai setiap keputusan dan tindakan personel Polri.
“Kerendahan hati harus mewarnai setiap keputusan dan tindakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, ketulusan harus menjadi dasar dalam menjalankan amanah, baik pada tugas operasional, pembinaan, maupun pelayanan.
“Ketulusan harus menjadi dasar dalam menjalankan amanah, baik dalam tugas operasional, pembinaan maupun pelayanan,” katanya.
Kapolda turut mengajak seluruh personel Polda Kaltara menjadi teladan dalam menjaga kerukunan beragama serta membangun komunikasi yang harmonis di tengah masyarakat.
“Saya mengajak seluruh personel untuk menjadi teladan dalam menjaga kerukunan beragama dan membangun komunikasi yang harmonis,” ucapnya.
Menurut Kapolda, kehadiran Polri harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus rasa keadilan bagi masyarakat.
“Polri harus menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan liturgi ibadah Natal, kemudian dilanjutkan persembahan tarian oleh Polwan Polda Kaltara yang menggambarkan rasa syukur dan sukacita atas kelahiran Yesus Kristus.
“Tarian ini menjadi simbol kebersamaan, damai sejahtera, dan kasih di tengah masyarakat,” kata salah satu panitia kegiatan.
Pada kesempatan itu, Polda Kaltara juga memberikan tali asih kepada para pendeta dan evangelis yang telah melayani jemaat Gereja Oikumene Polda Kaltara selama kurang lebih dua tahun.
“Pemberian tali asih ini sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pendeta dan evangelis,” ujar panitia.
Perayaan Natal Oikumene ditutup dengan persembahan pujian serta doa berkat oleh Pendeta Jelly Naray, S.Th.
“Doa berkat menjadi peneguhan agar damai sejahtera senantiasa menyertai Polda Kaltara dan masyarakat Kaltara,” ucapnya.
Kapolda mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh personel dan keluarga besar Polda Kaltara.
“Selamat merayakan Natal, semoga damai sejahtera senantiasa menyertai, diberikan kekuatan dan kesehatan,” pungkasnya. (nur)










