Kapolda Kaltara Tinjau Peternakan Ayam Petelur di Bulungan, Produksi 17 Ribu Butir Telur per Hari

15 Januari 26 | 00:32 WITA

TANJUNG SELOR – Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., didampingi Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Andries Hermanto, S.I.K., S.H., M.Si., meninjau langsung usaha peternakan ayam petelur milik warga di Kabupaten Bulungan.

Djati menyebut kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap inisiatif masyarakat yang mendorong kemandirian ekonomi desa.

“Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi Polri terhadap inisiatif warga dalam membangun kemandirian ekonomi daerah melalui sektor peternakan,” ujar Djati.

Kehadiran Kapolda Kaltara disambut langsung oleh pemilik usaha, Marko, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Tanjung Agung. Kapolda Kaltara menilai langkah Marko membangun peternakan ayam petelur menjadi contoh nyata penguatan ekonomi berbasis desa.

Baca juga  Cegah Kewarganegaraan Ganda, PWI Gelar FGD di Pulau Sebatik

“Ini usaha yang sangat positif karena memberi dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Diketahui, usaha ayam petelur tersebut tergolong baru dan mulai beroperasi sejak 15 Juni 2025. Kapolda Kaltara menyebut pengembangan peternakan ini menunjukkan keberanian warga dalam membuka peluang usaha baru.

“Ini keberanian yang patut diapresiasi,” tegasnya.

Di lokasi tersebut terdapat dua bangunan kandang besar yang menampung lebih dari 14.000 ekor ayam petelur, atau sekitar 7.000 ekor per kandang. Kapolda Kaltara menilai skala peternakan tersebut sudah cukup besar untuk mendukung kebutuhan telur di daerah.

“Dengan jumlah ayam sebanyak ini, tentu dampaknya besar untuk pasokan telur masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Presiden Resmikan 510 SPPG Polri, Wakapolda Kaltara Ikuti Peresmian dari Bulungan

Ayam-ayam petelur tersebut didatangkan dari Berau pada usia 18 minggu, yang dinilai efektif dan produktif untuk mulai menghasilkan telur secara maksimal. Kapolda Kaltara menyebut langkah itu menunjukkan pengelolaan usaha dilakukan secara serius.

“Ini menunjukkan usaha dikelola dengan perhitungan dan perencanaan yang baik,” katanya.

Saat ini, peternakan milik Marko mampu memproduksi sekitar 17.000 butir telur atau setara 55 piring per hari. Kapolda Kaltara menyebut produksi tersebut berkontribusi penting dalam penyediaan sumber pangan terjangkau.

“Produksi telur seperti ini sangat membantu masyarakat,” tegasnya.

Kapolda Kaltara mengapresiasi keberanian Marko karena dinilai mampu membuka lapangan kerja sekaligus menyediakan sumber protein bagi warga Bulungan. Kapolda Kaltara menegaskan Polri akan terus hadir mendukung usaha masyarakat yang berdampak positif.

Baca juga  Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kaltara Refleksikan Pengabdian dan Perkuat Komitmen Pelayanan

“Ini adalah langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Utara,” ujarnya.

Kapolda Kaltara juga menekankan bahwa dukungan Polri tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga dalam mendorong ekonomi masyarakat.

“Polri akan selalu mendukung usaha masyarakat yang berdampak positif bagi ekonomi desa,” katanya.

Kapolda Kaltara menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk urusan keamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan.

“Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra strategis mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (nur)

Bagikan:

Berita Terkait