Kapolda Kaltara-Gubernur Sambut Kedatangan Menhut di Tarakan

6 Februari 26 | 00:32 WITA

TARAKAN – Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menyambut kedatangan Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni di Bandara Juwata Tarakan, Jumat (6/2). Kunjungan kerja (kunker) tersebut merupakan bagian dari agenda nasional dalam mendukung program pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di wilayah pesisir Kaltara.

Kedatangan Menhut beserta rombongan disambut secara resmi oleh jajaran pemda dan unsur Forkopimda setempat. Prosesi penyambutan juga diwarnai dengan tradisi adat khas daerah sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara yang berkunjung ke Bumi Benuanta.

Baca juga  CFD Peringatan Hari Bhayangkara di Tarakan Dibanjiri Warga, Hujan Tak Surutkan Antusiasme

“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur aparat keamanan dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Utara,” ujar Djati.

Dalam rangkaian kunker tersebut, Menhut dijadwalkan menghadiri agenda penanaman pohon mangrove yang akan dilaksanakan pada Sabtu (7/2). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan ekosistem pesisir sekaligus mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan.

Baca juga  Gubernur Kaltara dan Kaltim Sepakat Bangun Jalan Perbatasan

“Penanaman mangrove ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan di wilayah Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Selain mendukung pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Keberadaan hutan mangrove dinilai mampu menjaga keseimbangan ekosistem laut serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan penyambutan berlangsung aman dan tertib dengan dukungan pengamanan dari aparat kepolisian serta instansi terkait. Kehadiran Menteri Kehutanan di Kalimantan Utara diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah perbatasan tersebut.

Baca juga  Sabu Senilai Rp344 Juta Dimusnahkan Polda Kaltara, Satu Tersangka Diamankan

“Dengan dukungan seluruh pihak, program penghijauan melalui penanaman mangrove diharapkan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (nur)

Bagikan:

Berita Terkait