TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani S.Pd., M.Si secara resmi melantik 1.485 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Jumat (25/4) petang di gedung Dome Sport Center.
Prosesi pengucapan sumpah, penandatanganan kontrak kerja dan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dilakukan langsung oleh bupati. Ribuan PPPK hadir secara fisik mengikuti momentum bersejarah tersebut.
Tidak hanya menjawab penantian panjang ribuan tenaga honerer diangkat menjadi PPPK, Pemkab Bulungan juga telah menyiapkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi PPPK yang baru saja dilantik.
“Mereka (PPPK) berhak menerima. Pemberian TPP kita lakukan secara merata baik bagi ASN maupun PPPK di lingkungan Pemkab Bulungan,” tegas Syarwani.
TPP di lingkup Pemkab Bulungan sudah lebih dulu di umumkan naik oleh Bupati Bulungan. Nilai TPP yang bakal diterima ASN dan PPPK dipastikan lebih besar apabila dibandingkan besaran TPP di tahun 2024 lalu.
TPP 2025 dialokasikan sebesar Rp 23 miliar lebih setiap bulan. Akumulasi dalam setahun mencapai Rp 327 miliar lebih. Angka tersebut naik apabila dibandingkan tahun 2024 lalu yang dialokasikan sebesar Rp 235 miliar lebih. Selisih alokasi TPP 2024 dengan TPP 2025 sekitar Rp 92 miliar lebih.
Dalam sambutannya, bupati menyampaikan beberapa hal penting bagi seluruh tenaga PPPK yang baru saja dilantik. Diantaranya, larangan mengajukan pindah kerja atau mutasi dan peringatan keras terhadap konsekuensi apabila ada tenaga PPPK yang terjerumus narkoba dan Judi Online (Judol).
“Saya yakin rekan-rekan semua memiliki semangat yang sama dalam membangun Kabupaten Bulungan yang lebih maju dan sejahtera. Rekan-rekan semua adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Syarwani.
Sambungnya, kerja keras tenaga honorer selama puluhan tahun telah dijawab pemerintah. Kebijakan pengangkatan PPPK merupakan apresiasi pemerintah pusat maupun daerah atas pengabdian yang diberikan selama ini.
Bupati lantas mengingatkan, status baru yang di emban PPPK harus dibarengi keseriusan dan kegigihan dalam menjalankan tugas kepegawaian. Dia meminta tenaga PPPK mampu beradaptasi dan berkoordinasi secara profesional dengan pimpinan instansi masing-masing.
Ribuan tenaga PPPK Bulungan didominasi tenaga kesehatan dan pendidikan. Dominasi tersebut diharapkan bupati mampu menjawab tantangan yang selama ini masih kerap dikeluhkan masyarakat.
“Kehadiran rekan-rekan PPPK adalah memastikan bagaimana pelayanan kita di sektor pendidikan dan kesehatan berjalan lebih baik dan optimal. Tunjukkan kinjerja terbaik rekan-rekan. Bukan untuk saya, tapi untuk kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan,” tutup bupati.
Tahun ini, Bupati dan Wakil Bupati Bulungan Syarwani – Kilat, telah menetapkan 15 program prioritas yang harus dicapai. Dengan meyandang status baru sebagai tenaga PPPK, ribuan pegawai tersebut menjadi motor penggerak tercapainya visi dan misi pemerintah. (bin)










