Dugaan Penyelewengan Jabatan dan Rekrutmen di Garuda Indonesia

27 Juni 25 | 18:00 WITA

JAKARTA — Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia kembali menjadi sorotan. Kali ini, dugaan penyelewengan jabatan dan rekrutmen karyawan yang tidak sesuai prosedur mencuat ke permukaan. Informasi yang beredar menyebutkan adanya figur-figur dari kompetitor yang kini menempati posisi penting di tubuh Garuda Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan diduga memiliki kedekatan personal dengan manajemen tertinggi.

Isu ini mencuat usai penunjukan Wamildan Tsani Panjaitan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia oleh Kementerian BUMN. Wamildan diketahui sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama di Lion Air Group, salah satu pesaing utama Garuda. Penunjukan tersebut memicu tanda tanya publik, terutama mengingat rekam jejak Wamildan yang dinilai tidak memiliki prestasi signifikan selama di Lion Air.

Baca juga  Pemerintah Fokus Tingkatkan Akses Makanan Bergizi bagi Anak Sekolah

Kecurigaan semakin menguat ketika Wamildan diduga membawa sejumlah eks personel Lion Air Group untuk mengisi jabatan strategis di Garuda Indonesia. Nama-nama seperti Darsito yang kini menjabat Direktur Utama Citilink dan Bobi sebagai Direktur GMF AeroAsia ikut disorot.

Selain itu, sejumlah individu lain juga mengisi posisi Vice President dan staf di lingkungan Garuda Group tanpa melalui mekanisme rekrutmen yang semestinya. Data yang beredar turut mengungkap dugaan praktik nepotisme. Salah satunya adalah penunjukan Evlin yang disebut memiliki hubungan keluarga dengan Wamildan, namun tetap direkrut dan dipekerjakan di Garuda. Nama lain yang mencuat adalah Vica, yang dikabarkan bekerja sebagai asisten pribadi istri Direktur Utama dan digaji menggunakan dana perusahaan.

Baca juga  Komisi IX Soroti BGN, Bandingkan dengan 600 Dapur MBG Milik Polri

Penempatan tersebut diketahui mendapat persetujuan dari pejabat Human Capital Garuda, Enny Kristiani, meski dinilai tidak memenuhi prosedur perekrutan yang berlaku. Publik mendesak agar Kementerian BUMN segera menelusuri dugaan penyalahgunaan wewenang dan praktik tidak sehat di tubuh Garuda Indonesia. Kalau tidak segera ditangani, polemik ini dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan publik dan memperburuk kinerja Garuda yang saat ini tengah berupaya memulihkan diri pasca-pandemi. (nur)

Baca juga  Diduga Jadi Jurus Ulur, Juliet Kristianto Liu Dkk Berulang Ajukan Prapid di PN Jaksel
Bagikan:

Berita Terkait