TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara resmi mengukuhkan Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kaltara periode 2025–2029, Kamis (24/7). Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi pemberdayaan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam menjaga stabilitas daerah dan memerangi penyalahgunaan narkotika.
Staf Ahli Gubernur Kaltara Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setprov Kaltara Robby Yuridi Hatman menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan bentuk konkret sinergi antara pemerintah dan ormas dalam menjaga ketertiban umum serta melawan penyebaran narkoba di daerah.
“Peran ormas sangat vital sebagai garda terdepan menjaga stabilitas sosial dan keamanan lingkungan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” kata Robby.
Ia menambahkan, ketertiban umum bukan semata tugas pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat, khususnya ormas, menjadi kunci utama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Terkait bahaya narkotika, Robby mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan sekadar merusak individu, tetapi juga menghancurkan fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Gerakan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) tidak boleh berhenti sebagai slogan. Ini harus menjadi gerakan nyata yang melibatkan semua elemen masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Robby juga menyampaikan bahwa tujuh orang pelaksana DPPI Kaltara telah dikukuhkan melalui Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 100.3.3.1/285/2025, berdasarkan rekomendasi Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI.
“DPPI adalah wadah resmi purna Paskibraka yang diberi mandat sebagai duta Pancasila. Mereka harus mampu menjadi agen pemersatu dan pelaksana program pembinaan ideologi bangsa,” jelasnya.
Ia berharap para pelaksana DPPI mampu menjadi motor penggerak nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, toleransi, dan semangat kebangsaan, serta menjaga integritas dan semangat pengabdian.
“Pegang teguh empat konsensus berbangsa. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kaltara, Jonilius menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara ormas dan aparat penegak hukum, khususnya dalam menjaga ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan meningkatkan kapasitas ormas dalam pemberantasan narkotika.
“Kami ingin menanamkan nilai persatuan, kesatuan, dan semangat rela berkorban dalam bingkai NKRI,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan kader-kader pemimpin muda yang berkarakter Pancasila dan siap berkontribusi bagi bangsa dan daerah.
“Terima kasih atas kehadiran seluruh undangan. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi menjaga stabilitas daerah dan membentuk generasi muda unggul,” pungkasnya. (nur)










