TANJUNG SELOR – Suasana haru menyelimuti silaturahmi antara Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si. dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltara Kamis (28/8). Pertemuan tersebut menjadi momentum pamitan jenderal bintang dua yang resmi memasuki purna tugas setelah mengabdi di Bumi Benuanta pada periode 2024–2025.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Hary menyampaikan apresiasi mendalam kepada FKUB. Menurutnya, forum lintas agama itu adalah mitra strategis Polri dalam merawat kerukunan di Kaltara.
“FKUB adalah tiang penyangga kerukunan di Bumi Benuanta, sekaligus mata air kesejukan yang menghadirkan kedamaian di tengah perbedaan. FKUB juga menjadi jembatan persaudaraan yang menyatukan umat beragama dalam cinta kasih kebangsaan,” ungkapnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Irjen Pol Hary berpamitan kepada tokoh agama dan masyarakat. Meski sudah purna tugas, ia menegaskan hatinya akan selalu tertambat di Kaltara.
“Saya percaya FKUB akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan. Walaupun saya tidak lagi menjabat, saya akan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Kalimantan Utara. Semoga Kaltara senantiasa aman, damai, dan sejahtera,” ucapnya dengan penuh haru.
Mewakili Gubernur, Dr. Taufiq Rahman menyampaikan penghargaan atas pengabdian Irjen Pol Hary. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Irjen Pol Hary Sudwijanto. Beliau bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat persaudaraan antar umat beragama,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua FKUB Kaltara, H. Abdul Djalil Fatah. “Kami dari FKUB sangat berterima kasih kepada Bapak Irjen Pol Hary Sudwijanto. Selama beliau memimpin, suasana rukun dan damai antarumat beragama senantiasa terjaga. Beliau adalah sahabat FKUB yang selalu membuka ruang dialog dan kebersamaan,” tuturnya.
Acara ditutup dengan momen penghargaan. Asosiasi FKUB Indonesia dan FKUB Kaltara menyerahkan piagam kepada Irjen Pol Hary sebagai bentuk terima kasih atas dedikasi dan dukungannya menjaga harmoni lintas agama di wilayah perbatasan. Dua piagam tersebut bukan sekadar tanda penghormatan, tetapi juga kenangan manis dari keluarga besar FKUB untuk seorang sahabat yang telah menorehkan pengabdian terbaik bagi masyarakat Kaltara. (nur)










