TANJUNG SELOR – Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy memimpin apel pagi personel Polda Kaltara di Lapangan Apel Mapolda Kaltara, Senin (5/1), sekaligus menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pengamanan rangkaian Natal 2025 dan malam pergantian Tahun Baru 2026.
Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama pelaksanaan pengamanan.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Kaltara atas keberhasilan pengamanan Natal 2025 dan malam Tahun Baru 2026 yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” kata Djati Wiyoto Abadhy.
Kapolda menilai, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh jajaran di lapangan, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Ini adalah cerminan dedikasi dan soliditas seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Memasuki awal Tahun Anggaran 2026, Kapolda menekankan kepada seluruh kepala satuan kerja (kasatker) dan kepala satuan wilayah (kasatwil) agar segera menyusun rencana kerja tahunan secara matang, terukur, dan realistis.
“Capaian dan kendala pada tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi agar kinerja ke depan lebih baik, responsif, dan profesional,” ujarnya.
Djati juga memberikan perhatian khusus terhadap fungsi intelijen agar terus meningkatkan kemampuan deteksi dini dan peringatan dini dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
“Wilayah Kalimantan Utara sekilas tampak aman, namun sedikit permasalahan saja bila tidak terdeteksi dapat berkembang cepat ibarat sumbu pendek. Jangan sampai kita kecolongan,” tegasnya.
Selain isu kamtibmas, Kapolda mengingatkan kondisi cuaca di wilayah Kaltara yang menunjukkan curah hujan tinggi hampir setiap hari dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
“Banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan akses transportasi harus kita antisipasi dengan kesiapsiagaan maksimal,” katanya.
Kapolda meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan, khususnya satuan yang memiliki kemampuan Search and Rescue (SAR), agar memastikan peralatan dalam kondisi siap pakai.
“Satuan Samapta harus siap dalam respons awal di lapangan, pengamanan lokasi terdampak, serta pengaturan lalu lintas dan evakuasi masyarakat,” ucapnya.
Kepada jajaran Polairud, Kapolda menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah perairan, sungai, dan pesisir. Sementara itu, Satbrimob diminta menjaga kesiapan personel dan peralatan sebagai kekuatan cadangan dan reaksi cepat.
“Brimob harus siap digerakkan kapan pun untuk penanganan bencana maupun situasi kontinjensi lainnya,” tegasnya.
Kapolda juga menyoroti implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Ia meminta seluruh penyidik segera mempelajari dan menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi tersebut.
“Pemahaman menyeluruh terhadap KUHP baru menjadi mutlak agar penegakan hukum berjalan profesional, akuntabel, dan selaras dengan rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Kapolda mengingatkan seluruh personel untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran disiplin, kode etik, maupun pidana, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Laksanakan tugas dengan tulus dan penuh tanggung jawab sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (nur)










