TANJUNG SELOR – Suasana haru mewarnai prosesi ramah tamah “kenal pamit” Wakapolda Kalimantan Utara usai serah terima jabatan, Senin (30/3). Andries Hermanto resmi berpamitan, sementara Yusuf diperkenalkan sebagai Wakapolda Kaltara yang baru.
Kegiatan yang digelar di Gedung Rupatama Bhara Daksa Polda Kaltara itu dipimpin langsung Kapolda Kaltara Djati Wiyoto Abadhy dan dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU), Kapolres, serta Bhayangkari.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.
“Pergantian jabatan adalah wujud regenerasi dan penyegaran agar institusi tetap adaptif serta profesional menghadapi tantangan ke depan,” tegas Djati.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Andries Hermanto selama menjabat Wakapolda Kaltara.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kontribusi beliau dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta membangun kinerja organisasi,” ujarnya.
Kepada Wakapolda yang baru, Kapolda menyampaikan harapan besar agar kinerja Polda Kaltara semakin meningkat.
“Kami meyakini dengan pengalaman yang dimiliki, Brigjen Pol Yusuf mampu melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah diraih,” tambahnya.
Sementara itu, Andries Hermanto dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sinergi selama bertugas di Bumi Benuanta.
“Banyak pelajaran berharga tentang dedikasi, solidaritas, dan kekompakan yang saya dapatkan di sini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf serta doa restu menjelang masa purna tugas.
“Dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf atas kekurangan dan memohon doa restu untuk melanjutkan pengabdian,” katanya.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pelepasan Andries Hermanto beserta istri yang berlangsung khidmat. Pengalungan bunga dan pemberian buket dilakukan sebagai simbol penghormatan terakhir.
Langkah Andries menuju gerbang Mapolda Kaltara diiringi Kapolda dan Wakapolda yang baru. Seluruh personel berbaris memberikan penghormatan sambil menaburkan bunga di sepanjang jalur pelepasan.
“Tradisi ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi seorang perwira tinggi yang telah menuntaskan tugasnya dengan baik,” pungkas Djati. (nur)










