Kios Sahabat Jadi Saksi Perubahan, Penerima Bansos BLTS di Desa Long Tungu Piawai Bertransaksi Non Tunai Jelang Natal dan Tahun Baru 2026

31 Desember 25 | 22:33 WITA

Pembayaran Non Tunai Menggunakan QRIS, Rabu (24/12/2025). (FOTO: HERTASNING)

DESA LONG TUNGU— Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, aktivitas belanja warga di Kios SAHABAT, Desa Long Tungu – Kecamatan Peso Hilir – Kabupaten Bulungan, mengalamipeningkatan di tengah suasana persiapan hari besar keagamaan dan pergantian tahun. 

Jauh dari pusat ibu kota Kabupaten, denyutperubahan justru terasa nyata di Kios SAHABAT, sebuah warungsederhana milik Ibu Uyang Aka di Desa Long Tung, jurnalismenyaksikan langsung penerima manfaat bantuan sosial BantuanLangsung Tunai Sementara (BLTS) berbelanja kebutuhan pokok dan keperluan perayaan dengan transaksi nontunai yang semakin piawai.

Sejak pagi hari, Kios SAHABAT tampak lebih ramai dari haribiasanya. Warga datang membeli beras, minyak goreng, gula, telur, hingga kebutuhan tambahan untuk Natal dan menyambut Tahun Baru. Yang mencuri perhatian, hampirseluruh transaksi berlangsung tanpa uang tunai. Pelanggantampak percaya diri melakukan pembayaran digital, tanparagu dan tanpa bantuan.

“Saya belanja untuk Natal dan tahun baru. Sekarang tidakperlu bawa uang tunai banyak,” ujar After (37), penerimaBLTS, usai menyelesaikan transaksi nontunai di Kios SAHABAT. Ia mengaku sistem ini membuatnya merasa lebihaman, terutama di tengah meningkatnya aktivitas belanjamenjelang akhir tahun.

Pantauan jurnalis di lokasi menunjukkan, lonjakan pembelitidak diikuti dengan antrean panjang. Proses transaksiberlangsung cepat dan tertib. Pelanggan yang telah terbiasabahkan terlihat membantu warga lain yang masihmenyesuaikan diri, menciptakan suasana saling dukung di tengah kesibukan belanja.

Ibu Ayang, pemilik Kios SAHABAT, mengakui bahwamomen Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi periodepaling ramai. Namun sejak menggunakan sistem nontunai, iamerasa aktivitas jual beli justru lebih terkendali.

“Kalau sekarang lebih rapi. Tidak repot hitung uang, apalagisaat ramai jelang Natal dan tahun baru,” ujarnya. Menurut Ibu Ayang, mayoritas masyarakat di Desa Long Tungu sudahmenjadikan transaksi nontunai sebagai kebiasaan, bahkanuntuk belanja dalam jumlah lebih besar.

Fenomena ini menjadi menarik mengingat Desa Long Tungumemiliki demografi yang jauh dari ibu kota KabupatenBulungan. Di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur, masyarakat desa justru menunjukkan kemampuan beradaptasidengan teknologi, terutama ketika berkaitan langsung denganpemenuhan kebutuhan hidup dan perayaan keluarga.

Dari hasil observasi lapangan, transaksi nontunai tidak hanyadimanfaatkan oleh penerima BLTS, tetapi juga oleh masyarakat umum yang ikut berbelanja kebutuhan Natal dan menyambut Tahun Baru 2026. Lansia hingga pedagang kecilmulai mengikuti pola yang sama, menandakan meningkatnyaliterasi keuangan digital di tingkat desa.

Bagi warga Desa Long Tungu, Kios SAHABAT kini menjadilebih dari sekadar tempat berbelanja. Warung ini berubahmenjadi ruang interaksi sosial dan pembelajaran teknologi, tempat masyarakat mengenal digitalisasi melalui praktik nyatasehari-hari.

Baca juga  Kapolda Kaltara Hadiri Rapat Tahunan PT Kaltara, Dukung Zona Integritas 2026

Menjelang sore, di tengah tumpukan belanjaan untukpersiapan Natal dan Tahun Baru, transaksi terakhir hari itukembali dilakukan tanpa uang tunai. Sebuah potret kecil dariperubahan besar yang sedang berlangsung.

Di Kios SAHABAT, Desa Long Pari, Kecamatan Peso Hilir, masyarakat membuktikan bahwa semangat menyambut haribesar dan pergantian tahun berjalan seiring dengan perubahanbudaya belanja. Tanpa uang tunai, tanpa keraguan merekamelangkah menuju 2026 dengan cara yang lebih aman, praktis, dan mandiri.

Oleh : Hertasning

Bagikan:

Berita Terkait