Ingkong Ala : Gawai Dayak Satukan Kaltara dan Serawak, Meski Terpisah Negara

21 Juni 25 | 19:05 WITA

TANJUNG SELOR — Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala menyatakan bahwa Gawai Dayak Peringkat serawak 2025 bukan sekadar perayaan budaya, melainkan simbol kuat persaudaraan lintas negara yang menyatukan masyarakat Dayak di seluruh Pulau Borneo, termasuk Kaltara dan Sarawak. Hal itu disampaikan pada acara perarakan Gawai Dayak peringkat serawak di Kuching, Malaysia.

Ingkong Ala mengaku bangga dan bersyukur dapat berdiri di tengah keluarga besar Dayak Sarawak dalam suasana yang penuh suka cita, rasa syukur dan semangat kekeluargaan.
“Gawai bukan hanya pesta panen, tetapi juga cerminan nilai luhur orang Dayak. Kebersamaan, penghormatan terhadap alam dan penghargaan terhadap leluhur. Nilai-nilai ini makin relevan di tengah dunia yang terus berubah,” kata Ingkong Ala.

Baca juga  Syarwani : Keamanan dan Kondusifitas Bulungan Peran Semua Pihak

Ia menekankan bahwa Kaltara dan Sarawak memiliki ikatan budaya yang tidak bisa dipisahkan oleh batas negara. Masyarakat Dayak di Long Nawang, Krayan, Malinau, Lumbis, dan Long Ampung. Menurutnya, memiliki sejarah, bahasa dan adat istiadat yang sama dengan masyarakat Dayak di Sarawak.
“Meski kita hidup di dua negara berbeda, darah dan budaya tetap menyatukan kita sebagai satu keluarga besar Dayak di Pulau Borneo,” tegasnya.

Baca juga  Target Investasi di Bulungan Rp 13,5 Triliun Tahun Ini

Pemprov Kaltara, lanjutnya, mendukung penguatan kerja sama lintas batas dengan Sarawak, mencakup bidang sosial dan budaya, pariwisata, perdagangan rakyat, pertanian, perkebunan, pelestarian bahasa dan budaya Dayak, hingga energi dan konservasi lingkungan berbasis kearifan lokal.
“Melalui momentum Gawai ini, mari kita perkuat kolaborasi lintas batas. Kita bangun jembatan budaya dan ekonomi untuk masa depan yang berdaulat, berdaya saing dan lestari,” pungkasnya. (nur)

Baca juga  Ketua PKK Bulungan Terima Anugerah Puspa Bangsa

Bagikan:

Berita Terkait